Tuesday, June 1, 2010

Toni Braxton: A True International Superstar

Lewat album barunya, dia seakan ingin membuktikan bahwa dirinya "makin tua makin cemerlang".


"I’m so happy to be here. It’s great!” ungkap Toni Braxton pada Java Jazz Festival 2010, yang digelar di Kemayoran, Jakarta, Maret lalu. Tentu saja, yang sangat happy bukan saja Toni Braxton, tapi para penontonnya pada dini hari itu.

Hampir 20 lagu dilantunkan oleh penyanyi peraih banyak Grammy Award ini. Apalagi, ketika itu, ia tampil dengan adik-adiknya yang menjadi penari dan penyanyi latar. Plus beberapa kejutan yang ia buat: mengajak Babyface bernyanyi bersama, menarik penonton ke atas panggung untuk ia peluk dan cium serta bernyanyi bersama, melantunkan tembang dengan duduk di ujung panggung, sampai turun dari panggung untuk menyalami para penonton yang berada di barisan depan. Penontonnya sendiri ketika itu ditaksir ada ribuan orang, yang sengaja bertahan sampai dini hari untuk menyaksikan penampilan Tony Braxton. Maklumlah, ia baru tampil pada salah satu festival jazz terbesar di dunia tersebut menjelang tengah malam.

Diva yang bernama lengkap Toni Michelle Braxton ini memang luar biasa. Namanya begitu melambung pada dekade 1990-an. Beberapa lagu yang ia bawakan pernah menempati posisi pertama Bilboard Hot 100 dan enam Grammy Award pernah ia terima, yang tiga di antaranya disabet lewat album perdananya yang bertajuk Tony Braxton (1993).

Lahir di
Severn, Maryland, Amerika Serikat pada 7 Okotber 1966, Tony Braxton memulai karirnya sebagai penyanyi pada tahun 1989, bersama kelompok vokal The Braxton. Ketika itu, banyak orang terpukau mendengarkan suaranya yang mirip dengan vokal Anita Baker. Sampai-sampai, penulis lagu dan produser rekaman pemenang Grammy Award “LA” Reid serta penyanyi, pencipta lagu, serta produser film Kenneth Brian “Babyface” Edmonds meminta Tony Braxton untuk merekam demo lagu “Love Shoulda Brought You Home” untuk soundtrack film Eddy Murphy, Boomerang.

Tadinya, lagu itu akan dinyanyikan oleh Anita Baker. Namun, Anita Baker lalu menyarankan agar lagu tersebut tetap dinyanyikan oleh Tony Braxton sendiri, ditambah dengan lagu “Give U My Heart”. Karena, ketika itu, Anita Baker sedang hamil. Dari sanalah kemudian Tony Braxton mendapat kontrak dari LaFace Record, yang melahirkan album perdananya pada tahun 1993, yang diganjar delapan sertifikat platinum dari Recording Industry Association of America, karena terjual lebih dari delapan juta kopi.


Tahun 1997 keluar album keduanya, Secrets, yang menuai sukses luar biasa. Untuk penggarapannya, album ini dibantu oleh Babyface, R. Kelly, Tony Rich, dan David Foster. Lagu “You’re Makin’ Me High” dalam abum ini—yang menjadi lagu pembuka penampilan Tony Braxton pada Java Jazz Festival 2010 lalu—pun sempat menempati posisi teratas dalam Bilboard Hot 100. Juga lagu “Un-Break My Heart”, yang sempat bertahan selama sebelas minggu di Bilboard Hot 100. Sementara itu, lagu “I Don’t Want to” and “I Love Me Some Him” dari album yang sama menempati posisi nomor satu di Hot Dance Music/Club Play Chart.


Album ini juga mempersembahkan delapan sertifikat platinum dan mengukuhkan Tony Braxton sebagai "a true international superstar". “Un-Break My Heart” and “You’re Makin’ Me High” memberi dua Grammy Award, untuk “Best Pop Vocal Performance, Female” dan “Best R&B Vocal Performance, Female,” berturut-turut.


Berkat kesuksesan dan popularitasnya, Toni Braxton ditawari untuk menjajal kemampuan aktingnya di atas panggung. Dia terlibat dalam drama musikal Beauty and the Beast produksi Disney sebagai Belle dan mendapat sambutan hangat dari penoton. Dialah perempuan Afro-Amerika pertama yang menjadi bintang dalam drama musikal Disney.


Album ketiganya, The Heat, yang dirilis tahun 2000 juga meraih sukses. Lagu “He Wasn’t Man Enough” masuk nominasi MTV Video Music Awards. Sementara itu, lagu “Just Be a Man about It”, “Spanish Guitar”, dan “Maybe” digemari banyak orang di berbagai penjuru dunia.


Pada akhir tahun 2000, Billboard menganugerahi Toni Braxton gelar “Top R&B/Hip-Hop Artist – Female”, “Top R&B/Hip-Hop Album Artist – Female”, dan “Top R&B/Hip-Hop Singles & Tracks Artist – Female”. Dan, lagu “He Wasn’t Man Enough” membuat Toni kembali mendapat Grammy Award untuk “Best R&B Vocal Performance, Female”.


Dunia layar lebar pun disinggahi Toni Braxton. Pada tahun 2001, ia terlibat dalam film komedi Kingdom Come. Dan, aktingnya dalam film ini mendapat penghargaan BET Black Oscar, sebuah penghargaan untuk insan perfilman berkulit hitam yang diselanggarakan oleh Black Entertainment Television.


Setelah itu, tahun 2002, Tony Braxton mengeluarkan album keempatnya, More Than A Woman. Album kelimanya, Libra, keluar pada tahun 2005. Setahun kemudian, 2006, ia berkoloborasi dengan Il Divo dalam lagu “The Time of Our Lives”, yang merupakan lagu resmi perhelatan akbar sepakbola dunia FIFA World Cup 2006. Pada tahun 2006 ini juga Toni membuat sejarah baru dan sukses, dengan membuat pertunjukan bertajuk Toni Braxton: Revealed di Flamingo Hotel & Casino, Las Vegas. Rencananya, pertunjukan hanya berlangsung selama tiga bulan, namun akhirnya diperpanjang sampai pertengahan tahun 2008 karena animo penonton yang tinggi.


Kini, setelah kurang-lebih lima tahun tak mengeluarkan album, pada Mei 2010 lalu hadir album keenamnya yang telah dinanti banyak orang: Pulse. Tampaknya, album ini juga akan menunai sukses. Apalagi, penggarapan album ini didukung oleh para produser dan penulis lagu piawai, antara lain Frank E. (yang pernah terlibat dalam penggarapan album Madonna, T.I., Plies, Flo Rida), Steve Mac (Leona Lewis, Il Divo), Lucas Secon (Britney Spears, The Pussycat Dolls), Harvey Mason & Oak (Chris Brown, Joe, Mario), Troy Taylor (Trey Songz, Kevin Lyttle), Dapo Torimiro (John Legend, David Archuletta, Brandy), dan David Foster (Whitney Houston, Barbra Streisand, Celine Dion).


Lihat saja, belum lama keluar, singel “Hands Tied” langsung menjadi lagu yang berada di peringkat atas dalam chart yang dibuat jaringan radio Urban AC di Amerika Serikat. Begitu juga lagu “Make My Heart” yang melesat menjadi "one of the hottest club tracks in the country".


Dalam videoklip lagu “Make My Heart”, Toni Braxton tampak atraktif. Dia melompat dan menari dengan cukup dinamis. Menari memang salah satu kegemarannya dan juga rahasia dari bentuk tubuhnya yang top, meski usianya tidak muda lagi. “Saya rutin menari, yang membuat saya tetap prima di atas panggung. Saya beritahu kepada Anda, jika Anda ikut melompat dan menari seperti di videoklip ‘Make My Heart’ saya, sekitar 500 kalori tubuh Anda akan terbakar,” kata Toni Braxton, yang mengaku senang menonton acara televisi America’s Best Dance Crew yang dipandu Randy Jackson.
Tampaknya, Anda yang punya masalah dengan berat badan berlebih bisa mencoba langsing ala Toni Braxton itu. Ayo, menari sambil mendengarkan lagu-lagunya dalam album Pulse!

Wednesday, May 12, 2010

Dua Puisi Lama Pedje, 5

Sajak untuk Demonstran yang Kukenal lewat Catatannya

Kubaca kabarmu dari waktu yang beku lewat angin yang menyelusup payah
di antara jeruji besi yang kaku
: adakah yang paling mengesankan
selain keyakinan pada kebenaran
yang ditindas lars para tiran?




Teringat Mei

Di antara tikaman timah hitam di tikungan terminal bis kota, seorang mahasiswa menutup mulutnya dengan plester dan mengacungkan sepotong kertas lusuh bertulisan “Imagologi, imagologi hilang kendali. Ideologi telah mati!”

Entah siapa yang ingin dia tarik ke kumpulan huruf itu, entah apa yang terpikir di kepala orang-orang lalu lalang melihat si mahasiswa yang tampak asyik menikmati panasnya sinar matahari, entah kenapa tiba-tiba ia rebah seperti tak mampu menahan rindu pada tanah yang gelisah dan orang-orang tak sempat menemukan huruf untuk menggambarkan perasaan mereka.

Malamnya, di tikungan yang sama, seorang mahasiswa yang lain lagi berteriak lewat pengeras suara, “Mimpi telah menjadi laknat di sini! Tidurlah, tidurlah segera!”

Tapi, orang-orang malah berlari: sebagian sambil mengigau, sebagian sambil meracau, sebagian sambil terpukau, sebagian sambil mengacau, sebagian membidikkan kembali senapannya.

Sunday, May 9, 2010

Anda Bisa!

Dr. Judith S. Beck, Direktur The Beck Institute for Cognitive Therapy and Research yang juga penulis buku Beck Diet Solution, memberikan beberapa langkah agar Anda tetap dapat bertahan pada diet yang sedang dijalani. Anda bisa memilih satu atau dua di antaranya yang sesuai dengan jenis diet Anda.

  1. Jangan pernah mengubah apa yang Anda konsumsi sampai Anda dapat mempelajari keterampilan yang penting, seperti bagaimana memotivasi diri Anda sendiri setiap hari, bagaimana mengondisikan diri Anda agar dapat menjalani kebiasaan makan yang baik, bagaimana menahan lapar dan keinginan untuk makan, dan bagaimana mengembalikan diri Anda sendiri ke jalur yang tepat segera setelah Anda membuat suatu kesalahan.
  2. Motivasi diri Anda setiap hari dengan membaca suatu daftar panjang yang berisi alasan-alasan yang mendorong Anda menurunkan berat badan setiap pagi. Baca lagi daftar panjang itu pada saat Anda mulai tergoda untuk meninggalkan diet Anda.
  3. Makanlah dalam keadaan duduk, perlahan-lahan, dan nikmati setiap gigitan—baik Anda merasa suka maupun tidak pada makanan itu. Ini memang sangat susah dijalani bagi Anda yang biasa makan tanpa rencana, tanpa pikir panjang, dan suka kongko-kongko bersama teman.
  4. Tetaplah bertanggung jawab. Berceritalah kepada orang lain setiap hari (bisa lewat e-mail, sms, status di facebook, dan sebagainya), baik ketika Anda sudah memiliki pola makan yang baik dan sedang menjalani pola makan tertentu maupun tidak. Juga lakukan evaluasi diri setiap hari.
  5. Hentikan upaya mencari jenis diet dan kombinasi makanan yang sempurna. Makanlah dengan cara yang sehat, tapi biarkan diri Anda memiliki satu makanan favorit yang Anda akan konsumsi dalam batas yang wajar. Jika Anda tergoda untuk makan makanan favorit Anda dalam jumlah berlebih atau tergoda pada makanan lain yang tidak Anda rencanakan sebelumnya, konsumsilah segera sebelum waktu tidur, sebelum sikat gigi, dan kemudian tidurlah.
  6. Ubah mindset Anda tentang makanan dan makan. Anda harus memilih “Anda dapat makan apa pun yang Anda inginkan kapan pun Anda mau" atau "Anda dapat menjadi lebih langsing”. Anda tidak dapat menjalani keduanya sekaligus.
  7. Yakinkan diri Anda sendiri bahwa lapar bukanlah suatu kondisi darurat (kecuali Anda memiliki suatu masalah kesehatan yang serius).
  8. Ajari diri Anda sendiri mengenai perbedaan lapar (perasaan perut kosong karena belum makan selama beberapa jam) dan keinginan atau hasrat untuk makan (yang bisa Anda rasakan di mulut atau tenggorokan).
  9. Aturlah makan Anda dengan seperangkat rencana mengenai makanan berat dan makanan ringan. Makanlah hanya pada waktunya untuk makan, bukan saat Anda ingin.
  10. Ingatkan diri Anda sendiri mengenai berbagai hal tentang diet Anda setiap waktu. Ini bukan soal kalori, tapi soal kebiasaan. Setiap kali Anda bertahan pada rencana diet Anda ketika Anda tergoda untuk makan sesuatu, Anda sebenarnya telah memperkuat otot-otot pertahanan Anda, yang semakin lama akan membuat Anda semakin kuat menolak godaan di kemudian hari. Pedje

Sunday, April 4, 2010

Dua Puisi Lama Pedje, 4

Aku Datang

aku datang
dengan debu menebal di tiap pori
rambut dipenuhi jejak-jejak angin
dan di kedua kaki mengentara gores-gores aspal
menghampirimu

aku datang
barangkali terlampau tergesa
tapi inilah soalnya:
bertemu denganmu
aku membayangkan sebuah rumah
sebuah ruang hangat
tempat menyemaikan benih-benih cinta
yang selama ini tersia-sia
terkapar tak berdaya
dalam perjalanan panjang tanpa arah

aku membayangkan sebuah rumah
sebuah keteduhan istirah
dari hati gelisah
sebuah rumah
yang senantiasa menyajikan senyum ramah
dan membekali doa kepada penghuninya
sebelum berangkat ke luar
menghadapi dunia yang angkuh dan kasar

adakah engkau bersedia menjadikanku penghuni rumah itu?




Stasiun

"Menangislah," katamu, "dan berbahagialah karena itu bukanlah hal tabu meski sering memaksa kita malu melakukannya."

dan ketika aku mulai menangis
serta-merta engkau riang tertawa
seakan duka yang tadi kita kunyah bersama
adalah hidangan pesta yang lezat rasanya.

ada apa?

engkau malah menciumku
sambil mengumpulkan cucuran air mataku
dalam mangkuk merah semu
"Semoga ini semua," ujarmu sambil memandangku, "dapat membukakan rahasia kepada kelak anak-anak kita tentang makna dosa yang dicicipi Adam dan Hawa mula-mula."

tapi mengapa kamu tidak juga menangis?

Thursday, April 1, 2010

Tentang Hidup

“Pada akhirnya, yang diperhitungkan bukan banyaknya tahun ketika Anda hidup, tapi hidup Anda dalam tahun-tahun tersebut." Abraham Lincoln, politisi, mantan presiden Amerika Serikat

“Hidup harus melihat ke depan, tapi hanya dapat dimengerti ketika kita melihat ke belakang.” Soren Kiekergard, filsuf dan penulis

“Hal yang terpenting dalam hidup adalah hidup itu sendiri, bukan hasil dari hidup.” Johann Wolfgang von Goethe, penyair, novelis

“Hidup adalah apa yang terjadi ketika Anda sibuk membuat rencana lain.” John Lenon, musisi

“Ingatlah, kebahagiaan tidak bergantung pada siapa Anda, apa yang Anda miliki, tapi semata-mata pada apa yang Anda pikirkan.” Dale Carnegie, penulis

“Tujuan dari hidup adalah hidup dalam hidup itu sendiri, merasakan pengalaman sepenuhnya untuk mencapai sesuatu tanpa rasa takut akan hal yang baru dan pengalaman yang kaya.” Eleanor Roosevelt, kolumnis, dosen, dan aktivis hak asasi manusia.

“Bakat lebih murah ketimbang garam dapur. Hal yang membedakan orang berbakat dengan orang sukses adalah kerja keras.” Stephen King, penulis

“Kita menghidupi diri dengan apa yang kita capai, kita hidup oleh apa yang kita beri.”Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris

“Visi Anda akan tampak jelas hanya ketika Anda bisa melihat ke dalam hati Anda. Barangsiapa yang melihat ke luar, bermimpi, yang melihat ke dalam, akan terbangun.” Carl Jung, psikiater, tokoh psikologi analitik

“Ada dua cara dalam menghidupi hidup Anda. Pertama: dengan cara tidak melakukan apa-apa dan datanglah keajaiban. Kedua: melalui segala hal datanglah keajaiban.” Albert Einstein, ilmuwan